Oleh : Lailatul Nuroniyah
Guru SD Plus Al-Kautsar Malang
BERKUNJUNG ke Mojokerto tak lengkap
bila tak menyinggahi tempat tetirah pemandian sumber mata air alami, Jolotundo.
Terletak di lereng Gunung Penanggungan, Desa Seloliman, Kecamatan Trawas,
keunikan Jolotuno adalah debit airnya tak pernah surut meski di musim kemarau
panjang. Berdasar penelitian, kualitas air di Jolotundo ini sangat baik dan
kandungan mineralnya sangat tinggi.
Menuju Jolotundo, semilir angin
sejuk dari balik pepohonan pinus dan cemara yang banyak tumbuh di sisi jalan
menjadikan perjalanan terasa nyaman. Panorama alam menawan, hijau persawahan,
dan birunya Gunung Penanggungan menambah semangat untuk segera tiba di lokasi.
Sesampainya di depan pemandian, susunan batu bekas candi yang tersusun rapi
yang pertama menyapa. Pendopo dan gazebo di sna bisa dimanfaatkan untuk rehat.
Kolam pemandian Jolotundo atau kolam
Udayana, Raja Bali ini disebut juga sebagai kolam cinta. Sejarah menautkan,
keberadaan Candi Jolotundo (997 M) yang dipahatkan di sisi kanan tulisan
Yenpeng kiri dinding belakang.
Sejarah berkisah bahwa Raja Udayana
dari Bali menikahi Putri Guna Priya Dharma dari Jawa. Dari perkawinan lahirlah
Airlangga (991 M). Jadi medio 997 M dianggap sebagai tahun pembuatan kolam
cinta yang dipersiapkan Udayana. Candi ini merupakan monumen cinta kasih Raja
Udayana untuk menyambut kelahiran anaknya, Prabu Airlangga, yang dibangun 997
M.
Satu dari dua kolam mandi itu memang
tempat mandi sekaligus berendam sang ratu. Satu kolam lainnya untuk sang raja.
Hingga kini, pembagian tempat berdasarkan gender tersebut masih berlaku bagi
pengunjung. Di dinding batu khas bangunan candi itu diberi petunjuk pria di
kolam mandi sisi timur, dan kolam mandi untu perempuan ada di sisi barat.
Karena Candi Jolotundo adalah
pemandian ratu, tak sedikit pengunjung yang datang ngalap berkah dengan mandi
di sini berharap secantik ratu di masa itu. Terlihat, pengunjung baik laki-laki
maupun perempuan tak segan-segan menceburkan diri mandi di bilik terpisah itu. Banyak yang meyakini mandi di
pentirtaan ini bisa membuatnya awet muda, terbebas dari berbagai penyakit,
utamanya penyakit kulit.
Tak sedikit juga terlihat di antara
pengunjung membawa botol, jerigen bahkan galon air minum untuk membekal air
Jolotundo. Mereka meyakini air yang keluar dari pancuran ini berkhasiat.
Editor: Tri Hatma Ningsih
Sumber: surya cetak




