Senin, 13 Juni 2016

TAHU SAMA TAHU AL-KAUTSAR



MENGENALKAN jiwa kewirausahaan sejak kecil, itulah yang tengah diterapkan SD Plus Alkautsar, Kota Malang kepada para siswa. Sekolah yang juga berbasis lingkungan ini memperkenalkan tentang produksi mini tahu istimewa dan minuman sari kedelai. Untuk itulah SD Plus Al Kautsar juga mendedikasikan dirinya sebagai sekolah berbasis produksi. Makanan dan minuman yang menyehatkan ini diproduksi sendiri oleh siswa dengan bimbingan guru.



Tahu istimewa merupakan produk unggulan di sekolah ini diproduksi dengan rasa khas gurih dan nikmat bahkan dapat langsung dikonsumsi sebelum diolah atau digoreng karena aman dari bahan kimia berbahaya. Selain tahu istimewa, sari kedelai diproduksi dalam bermacam rasa, seperti melon, strawberi, mocca, anggur, cokelat, dan orange. Tak heran produk ini sangat digemari para siswa.



Selain untuk mengenalkan jiwa wirausaha dengan melibatkan seluruh siswa mulai  proses produksi hingga penjualan, aktivitas ini bertujuan untuk mengajarkan pendidikan lingkungan hidup. Dalam produksi tahu istimewa ini, bahan tambahan yang digunakan adalah nigarin yaitu cairan yang diambil dari hasil proses penyulingan air laut. Karena menggunakan nigarin, tahu ini menjadi produksi alami bebas bahan pengawet dan bahan kimia berbahaya. Untuk proses komersialisasi, saat ini baik tahu istimewa maupun sari kedelai sudah terdaftar di Dinas Kesehatan dan Badan POM dengan merek dagang Telaga Al Kautsar Plus.



Disebut produksi non limbah karena tahu dan sari kedelai ini merupakan  produksi ramah lingkungan. Dalam proses produksinya semua bahan dan limbahnya dapat dimanfaatkan dan tak merusak lingkungan dan tak ada sisa bahan dan limbah sampah termasuk ampas kedelainya. Semua dapat dimanfaatkan untuk berbagai jenis makanan, dari pakan ternak, tempe, kripik, bahkan donat dan perkedel.



Salah satu makanan yang dapat dibuat dari limbah kedelai adalah donat ampas kedelai. Jika donat biasanya terbuat dari bahan tepung terigu dan kentang, donat ini terbuat dari bahan tepung terigu dan ampas kedelai. Rasanya pun tak kalah dengan donat biasanya. Tak heran donat ampas kedelai inipun banyak digemari siswa.




Editor: Tri Hatma Ningsih
Sumber: Surya Cetak     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar