MENGENALKAN
jiwa kewirausahaan sejak kecil, itulah yang tengah diterapkan SD Plus Alkautsar,
Kota Malang kepada para siswa. Sekolah yang juga berbasis lingkungan ini
memperkenalkan tentang produksi mini tahu istimewa dan minuman sari kedelai.
Untuk itulah SD Plus Al Kautsar juga mendedikasikan dirinya sebagai sekolah
berbasis produksi. Makanan dan minuman yang menyehatkan ini diproduksi sendiri
oleh siswa dengan bimbingan guru.
Tahu
istimewa merupakan produk unggulan di sekolah ini diproduksi dengan rasa khas
gurih dan nikmat bahkan dapat langsung dikonsumsi sebelum diolah atau digoreng
karena aman dari bahan kimia berbahaya. Selain tahu istimewa, sari kedelai
diproduksi dalam bermacam rasa, seperti melon, strawberi, mocca, anggur,
cokelat, dan orange. Tak heran produk ini sangat digemari para siswa.
Selain
untuk mengenalkan jiwa wirausaha dengan melibatkan seluruh siswa mulai proses produksi hingga penjualan, aktivitas
ini bertujuan untuk mengajarkan pendidikan lingkungan hidup. Dalam produksi
tahu istimewa ini, bahan tambahan yang digunakan adalah nigarin yaitu cairan
yang diambil dari hasil proses penyulingan air laut. Karena menggunakan
nigarin, tahu ini menjadi produksi alami bebas bahan pengawet dan bahan kimia
berbahaya. Untuk proses komersialisasi, saat ini baik tahu istimewa maupun sari
kedelai sudah terdaftar di Dinas Kesehatan dan Badan POM dengan merek dagang
Telaga Al Kautsar Plus.
Disebut
produksi non limbah karena tahu dan sari kedelai ini merupakan produksi ramah lingkungan. Dalam proses
produksinya semua bahan dan limbahnya dapat dimanfaatkan dan tak merusak lingkungan
dan tak ada sisa bahan dan limbah sampah termasuk ampas kedelainya. Semua dapat
dimanfaatkan untuk berbagai jenis makanan, dari pakan ternak, tempe, kripik,
bahkan donat dan perkedel.
Salah
satu makanan yang dapat dibuat dari limbah kedelai adalah donat ampas kedelai.
Jika donat biasanya terbuat dari bahan tepung terigu dan kentang, donat ini
terbuat dari bahan tepung terigu dan ampas kedelai. Rasanya pun tak kalah
dengan donat biasanya. Tak heran donat ampas kedelai inipun banyak digemari
siswa.
Editor:
Tri Hatma Ningsih
Sumber:
Surya Cetak

Tidak ada komentar:
Posting Komentar