Selasa, 27 September 2016

"CHEMISTRY"



Entah ini sebuah kebetulan saja ataukah memang ini yang dinamakan jodoh. Meskipun kami berjauhan, bahkan kami tinggal dinegara yang berbeda, namun aku dan istriku  sering kali melakukan aktifitas yang sama. meskipun dilakukan dalam waktu dan tempat yang berbeda, hal seperti ini sama sekali tidak pernah direncanakan sebelumnya.

Mungkin karena banyaknya hal-hal yang sama yang kami lakukan inilah, yang membuat hubungan kami semakin mesra dan terasa  begitu  romantis. Hehehe...

Lalu, kemiripan-kemiripan seperti apa sajakah yang pernah kami lakukan??? Yuk mari kita simak satu persatu....cekidot...:)



1>    WAJAH YANG MIRIP


Wajah pasangan yang mirip. MITOS atau FAKTA yaah...???.
Sekalian saja, kali ini kami ingin sekedar share mengenai fenomena yang sering kita dengar, apakah benar bahwa wajah pasangan kita mirip dengan wajah kita? Apakah anda percaya dengan pernyataan beberapa orang yang bilang, jika pasangan kita punya wajah yang mirip sama kita, maka itulah yang namanya jodoh??

Jadi teringat  ketika  kami masih berstatus pacaran dan belum menikah. Banyak yang bilang kalau wajah kami mirip. Tapi yang pasti kami waktu itu tidak percaya, kami sama-sama tidak mengakui bahwa wajah kami mirip. Tapi masalahnya...bukan satu atau dua orang saja yang bilang  seperti itu,tapi udah banyak loh....

Dan menurut saya sih, apakah ini hanyalah sebuah mitos atau sebuah fakta, ini semua tergantung pandangan dan keyakinan kita masing-masing. Apakah kita percaya kepada penilaian orang lain atau percaya pada penilaian kita sendiri.

Tapi intinya...... kita harus tetap percaya sama Allah yaah....:)

Dan ternyata fenomena ini sudah pernah dibuktikan  secara ilmiah lho... Seperti yang dikutip dari dinozze.com, ada sebuah penelitian yang sengaja meneliti tentang kemiripan wajah seseorang bersama pasangannya. Dari hasil penelitian tersebut menyebutkan yang intinya bahwa wajah kita bisa menjadi mirip  dengan pasangan karena beberapa hal.

Pertama dikarenakan selalu bersama, kemudian karena punya sifat, kesukaan yang sama atau tindakan yang sama. Akhirnya punya banyak kesamaan tentang hal-hal yang dilakukan, Selain itu hal ini disebabkan  karena intensitas interaksi dan komunikasi antara pasangan yang akhirnya membentuk sisi dan guratan-guratan yang sama di wajah, misalnya saat tertawa. Hal-hal inilah yang membuat pasangan merasa cocok satu sama lain dan gemar melakukan hal-hal yang sama.

Terlepas dari itu semua.....mungkin hal ini dapat diperkuat dengan pernyataan dan kalimat yang luar biasa di dalam islam bahwa ‘’Wanita di ciptakan dari tulang rusuk laki-laki.’’



2> HOBI MENULIS

Kebetulan  beberapa waktu  yang lalu, kami berdua  sama –sama masuk koran. Eits... jangan salah ya....., kita masuk koran bukan karena tindakan kriminal lhoo..... Kami mempunyai hobi yang sama yaitu menulis. Dan kami pernah menulis sebuah artikel yang kemudian kami kirim ke sebuah redaksi harian pagi jatim yaitu koran surya. Alhamdulillah artikel kami sama-sama dimuat di koran surya walaupun tidak dalam waktu yang bersamaan. Jelas tidak dalam waktu yang bersamaan karena memang kami pun mengirimnya dalam hari dan bulan yang berbeda. Tapi intinya kami pernah melakuakan hal yang sama. Dan projek terdekat kami adalah membuat buku bersama-sama yang akan segera diterbitkan.



3> BERBICARA DI DEPAN PUBLIK

Meskipun  berbeda tempat dan juga berbeda acara, kami pernah melakukan hal yang sama yaitu berbicara didepan publik atau berpidato. Suatu kehormatan bagi kami karena telah ditunjuk dan dipercaya untuk mewakili dari sekian banyak orang untuk menjadi pembicara disebuah acara. Bagi kami, bukanlah hal yang mudah untuk menjadi pembicara didepan banyak orang. Namun  yang jelas kami  sudah berusaha  untuk memberikan yang terbaik dalam acara tersebut.





4> WISUDA

Tidak banyak yang bisa aku jelaskan disini, tetapi yang jelas kami pernah sama-sama wisuda meskipun masih dalam waktu dan tempat yang berbeda juga. Alhamdulillah bangga juga bisa menyelesaikan study kita masing-masing dengan baik. Dan hal yang menarik adalah saat berfoto, posisi kita  sama-sama ditengah-tengah para wisudawan lainnya.mungkin ini kali ya yang dinamakan sehati??? Heheheh





5> BERKUMPUL BERSAMA TEMAN

Kesibukan  akan aktifitas dan pekerjaan anda sehari-hari tentu saja membuat anda merasa jenuh, penat dan butuh refreshing bukan?. Nah, jika sudah seperti itu, apakah yang anda lakukan???...

Aku dan istriku juga mempunyai kesamaan pemikiran dalam menghilangkan rasa



bosan dan jenuh karena padatnya pekerjaan. Berkumpul dan berorganisasi bersama teman-teman adalah solusi yang tepat menurut kami berdua. Ada banyak hal-hal mengasyikkan yang bisa kami lakukan saat berkumpul bersama teman-teman. Kami bisa ngobrol bareng dan juga berbagi pengalaman.
Biasanya hal yang kami lakukan adalah pergi ke tempat kuliner bersama-sama. sambil menikmati hidangan yang disajikan, kami bisa ngobrolin apa saja dengan teman-teman.selain itu kami biasanya memanfaatkan waktu untuk berlibur dan menghabiskan waktu di alam terbuka.
Menurut kami ini merupakan salah satu cara untuk berkomunikasi dengan alamdan menghilangkan kelelahan mental. Dengan menikmati keindahan lautan, gunung, dan hutan disekeliling kita, dapat membuat kita merasa segar dan bersemangat kembali. Begitulah yang kami lakukan di tempat kami masing-masing. Aku dan istriku  sama-sama sering menghabiskan waktu bersama teman-teman  kami untuk sekedar refreshing.








6> HOBI MEMASAK

Satu hal lagi kesamaan kami adalah hobi memasak. Karena kami mempunyai pemikiran yang sama bahwa memasak merupakan salah satu hal yang menberikan kesenangan tersendiri. Meskipun  aku seorang laki-laki, aku juga harus bisa memasak. Karena bagaiamanpun aku dituntut untuk mandiri ditempat ini. Dimana, tidak ada istri yang siap melayani kebutuhanku. Selain itu, menurut saya laki-laki itu  harus bisa memasak. Karena mungkin ada saatnya kita bisa membantu pekerjaan istri apalagi ketika dia sakit.





Gambar ini menjelaskan bahwa kami pernah membuat makanan yang sama yaitu klepon dan onde-onde pecah yang aku masak di Korea sedangkan istriku memasaknya di Indonesia.


 Demikian tulisan ini aku buat untuk sekedar sedikit berbagi pengalaman kami. Semoga tulisan ini dapat merubah pola pikir dan menjadikan inspirasi bagi  para Long Distance Relationship (LDR) agar hubungan kalian menjadi semakin romantis. Jarak bukanlah hambatan yang berarti, justru dengan adanya jarak bisa melatih kesabaran di dalam sebuah hubungan. Jarak adalah penguat sebuah hubungan agar saling percaya dan setia. Hanya mereka yang mampu  berfikir dewasa yang sukses melewati tantangan dalam sebuah hubungan jarak jauh seperti kami. dan semoga kalian mendapatkan jodoh yang langgeng selamanya. aamiin.


Rabu, 21 September 2016

Selfie di Kampung 3 Dimensi

Reportase : Lailatul Nuroniyah

salah satu lukisan di kampung 3 dimensi

SAAT ini banyak kampung di Kota Malang berbenah diri menjadi yang tercantik. Salah satu kampung yang berhasil berbenah adalah kampung tiga dimesnsi atau biasa disebut kampung tridi(3D). 

Berlokasi tak jauh dari pusat Kota Malang, kampung ini ada diTemanggungan Ledok RW 12, Kelurahan Kesatrian, Kota Malang. Letaknya berdekatan dengan kampung warna-warni, yang hanya dipisahkan oleh sungai Brantas.

Seperti kampung warna-warni, kampung tridi ini tak mau kalah bersolek menjadi kampung tujuan wisata di Kota Malang. Selama ini jika ingin berfoto dengan lukisan tiga dimensi, kita harus ke museum atau taman hiburan dan membayar mahal.

Namun di kampung yang terletak di bantaran kali Brantas  ini, pengunjung bebas berfoto dengan aneka lukisan tiga dimensi gratis. Cukup dengan ponsel cerdas untuk mendapatkan foto apik dan menarik. 

Memasuki gapura kampung, pengunjung langsung disuguhi karakter 3D Albert Einstein, gorila selfie, dan hiu. Jalan menuju kampung selebar kira-kira dua meter tak luput dari gambar karakter tebing berlubang, dan Hulk yang sedang marah. Deburan ombak dan ular melata di dinding rumah warga.

Meski pengecatan belum sepenuhnya rampung, saat ini sudah banyak pengunjung  dan warga sekitar berburu foto di kampung ini. Ada juga wisatawan asing yang mencicipi serunya selfi di kampung ini.
kampung warna-warni


Sampai kini, warga masih bergotong-royong menyelesaikan pengecatan kampung 3D. Ide kampung tridi ini bermula dari salah satu warga yang juga seniman, terinspirasi membuat gambar tiga dimensi laiknya di tempat wisata.

Dibantu warga setempat mereka menyulap kampung yang dulu dikenal kumuh, kini menjadi menarik dan indah. Ia memberinya nama kampung tridi (3Dimensi) agar mudah diingat. Tak ayal, lukisan-lukisan tiga dimensi ini menjadi daya tarik kampung ini.
Awalnya, seluruh biaya pengecatan berasal dari swadaya masyarakat, hingga kemudian mendapat bantuan dari perusahaan cat di Kota Malang.

Pemerintah kota pun  mendukung kampung wisata tiga dimensi ini. Rencananya pemkot akan membangun jembatan khusus pejalan kaki yang menghubungkan kampung warna-warni dengan kampung tridi ini.


Harian Surya Edisi 1 September 2016



Editor: Tri Hatma Ningsih
Sumber: Surya Cetak
http://surabaya.tribunnews.com/2016/08/31/serunya-selfie-di-kampung-3-dimensi

Rabu, 27 Juli 2016

SENSASI MENGUDAP ES KRIM BERASAP

Reportase : Lailatul Nuroniyah




SIAPA yang tidak suka dengan es krim? Jajanan ringan yang satu ini menjadi makanan favorit hampir semua orang yang nikmat disantap  saat cuaca panas. Bagaimana jika menikmati es krim berasap bak rokok?

Nah, es krim unik ini dapat dijumpai di kafe Keylabs yang mempunyai konsep berbeda dengan kafe lainnya. Banyak hal unik yang bisa ditemukan di kafe yang mengusung konsep laboratorium ini, mulai dari desain ruangan hingga menu yang disajikan.

Di kafe Keylabs memiliki menu andalan utama, yaitu es krim yang dibekukan dengan nitrogen cair yang hadir pertama kali di Kota Malang. Pengunjung akan menemukan es krim dengan sensasi berasap karena efek dari nitrogen cair. Selain aneka es krim berasap, cafe ini menyajikan beberapa menu makanan dan minuman lain, dari bingso, ramen, nasi goreng, milk shake, pizza, lasagna, spaghetti, dan lain-lain.
sensasi makan biskuit asap

Nama kafe ini diambil dari nama pemiliknya yang dipanggil key dan labs karena bernuansa laboratorium. Selain es krim berasap yang menjadi menu andalan, kafe di kawasan jalan Panderman Malang ini mempunyai menu favorit biscuit roast over cold atau biskuit yang dicelup nitrogen cair.

Ketika makan biskuit ini kita bisa merasakan sensasi asap yang keluar dari mulut atau hidung seperti orang yang sedang merokok. Sambil makan, kita bisa memainkan kepulan asap yang tentunya tidak menyebabkan batuk ataupun sesak. Kandungan nitrogennya pun aman bagi tubuh.

Selain menu yang unik, kafe yang buka mulai pukul 14.00-23.00 WIB ini juga menyediakan tempat foto dengan latar belakang yang sangat kreatif. Terdapat background di dinding kafe dengan tumpahan warna-warna cat beserta tempatnya yang membentuk hati, dan ada juga background dengan gambar yang diwarnai membentuk filosofi kafe Keylabs.

Para waitersnya pun memakai jas dokter atau jas ala laboratorium. Kafe Keylabs juga memiliki interior ruangan yang nyaman. Bangku dan mejanya terbuat dari kayu. Soal harga jangan khawatir, kafe Keylabs menawarkan kelezatan untuk menu dengan harga yang pas untuk anak muda. Penasaran?
Editor: Tri Hatma Ningsih
Sumber: Surya Cetak   


Jumat, 17 Juni 2016

Bertualang Menantang di Coban Baung


Jumat, 17 Juni 2016 19:12
Reportase : Lailatul Nuroniyah
Guru SD Plus Alkautsar Malang
fb.com/lailatul nuroniyah


BERKUNJUNG ke wisata religi pesarean Gunung Kawi, tak lengkap jika tak mampir ke tempat wisata alam lereng Gunung Kawi. Coban Baung namanya. Tempat wisata air terjun ini terletak di Desa Gendogo, Balesari, Kecamatan Ngajum, Malang. Sekitar 3 km dari lokasi wisata religi.

Coban Baung baru dibuka setahun silam oleh pemerintah setempat dan Perhutani. Sebelumnya tempat wisata ini hanya dikunjungi warga sekitar. Di lahan milik Perhutani seluas 70 hektar ini tidak hanya ada Coban Baung. Ada pula pura dan bumi perkemahan.

Siapa nyana, eksotika ini dikerjakan penduduk setempat dalam waktu beberapa bulan saja dengan alat-alat manual. Saat ini tempat wisata ini masih dalam tahap pengembangan.

Coban atau air terjun dengan ketinggian sekitar 70 meter ini memang cukup indah, eksotis dan masih perawan karena masih belum terjamah masyarakat luas. Di sini pengunjung akan dimanjakan dengan asrinya kawasan air terjun dengan kesegaran air terjun yang jernih.

Air terjun ini terletak di antara bebatuan yang dikelilingi hutan rimbun. Dalam perjalanan menuju lokasi rimbunnya pepohonan di hutan dan jernihnya sungai di tengah hutan ibarat hidangan pembuka sebelum ke lokasi air terjun Coban Baung.

Aksesnya mudah dijangkau. Hanya berjarak 1 km dari jalan raya yang bisa dilewati kendaraan bermotor hingga ke areal parkir yang dekat dengan sungai tempat air terjun. Jika berencana ke sini saat musim penghujan, harus sedikit berhati-hati karena jalan setapak menjadi lumayan licin dan naik turun.

Menuju ke lokasi, pengunjung harus menyusuri jalan setapak sekitar 600 meter dari tempat parkir kendaraan. Harga tiket masuk sangat terjangkau hanya Rp 5.000 per orang.

Bagi yang suka aktivitas luar ruang, Coban Baung bisa menjadi pilihan yang menawarkan pengalaman menyenangkan. Pengunjung bisa menikmati hijaunya suasana hutan dan gemuruh suara air terjun.

Fasilitas camping ground bagi yang ingin berkemah bisa menambah serunya petualangan di Coban Baung.

Semoga saja pemerintah dan warga setempat segera mengembangkan tempat wisata baru ini agar menjadi objek wisata kebanggaan warga Malang dan sekitarnya.




Editor: Tri Hatma Ningsih
Sumber: Surya Cetak     

Kedung Tumpang Menantang untuk Ditaklukkan



Jumat, 11 Desember 2015 18:33



Oleh : Lailatul Nuroniyah
Guru SD Plus Alkautsar Malang
fb.com/Lailatul Nuroniyah


BERBEDA dengan pantai pada jamaknya. Pantai unik dan cantik ini menarik hati pengunjung karena hadir tanpa hamparan pasir sama sekali.

Pantai Kedung Tumpang, terletak di Desa Pucanglaban, Kecamatan Pucanglaban, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Wisatawan yang sebagian besar anak muda berdatangan menikmati suasana pantai yang dihiasi kolam-kolam kecil alami berikut deburan ombaknya yang besar.

Pantai yang baru dikenal warga sekitar lima bulan yang lalu ini baru dibuka pemerintah daerah setempat pada libur Lebaran lalu. Sebelumnya, pantai ini hanya dikunjungi oleh warga lokal untuk memancing dan menjaring udang.

Menuju bibir pantai, pengunjung harus menyusuri jalur yang cukup curam dan berat karena akses jaan yang masih sulit dilalui kendaraan khususnya kendaraan roda empat.

Untuk mencapai kawasan pantai, pengunjung harus naik ojek dengan tarif sebesar Rp 15.000 sekali jalan, dengan jarak tempuh sekitar 4 kilometer dari tempat parkir kendaraan.

Walaupun disebut dengan nama pantai, tetapi di Kedung Tumpang ini pengunjung tidak bisa menemukan pasir dan ombak yang bisa digunakan untuk bermain seperti biasanya. Yang didapati di sepanjang Pantai Kedung Tumpang adalah gugusan batu karang yang berbatasan langsung dengan samudera biru.

Tempat wisata Kedung Tumpang ini hanyalah sebuah gugusan karang dengan beberapa kolam yang terbentuk secara alami saja. Selain memiliki kolam yang warnanya indah, pantai ini juga masih asli dan belum banyak tersentuh tangan manusia.

Air dalam cekungan karang terlihat hijau kebiruan dengan gradasi kuning saat diamati dari atas tebing. Selain itu air di kolam-kolam tersebut sangat jernih, cantik dan eksotis yang sudah pasti menggoda siapapun untuk berenang di dalamnya. Kolam-kolam dengan bentuk tidak beraturan itu memiliki tinggi permukaan berbeda satu sama lain.

Inilah yang mendasari masyarakat setempat menyebut tempat itu sebagai kedung (lubuk atau bagian sungai yang dalam) dan tumpang karena posisinya yang saling bersusun.

Untuk menikmati pemandangan dan menuju kolam, pengunjung harus rela melalui tantangan dengan melewati jalan tangga turun ke pantai dengan bantuan akar pepohonan dan tali tampar.

Keberadaan akar dan tali ini untuk membantu pengunjung terutama yang tidak biasa melakukan aktivitas di alam terbuka untuk berpegangan saat berjalan. Di sekitar pantai terdapat beberapa kios pedagang yang hanya beratapkan terpal dengan tiang seadanya.

Lokasinya tersebar, beberapa ada yang di tempat parkir sepeda motor dan beberapa lainnya ada di lahan pertanian. Berwisata ke Kedung Tumpang memang penuh tantangan, tetapi sangat layak untuk dicoba bukan?





Editor: Tri Hatma Ningsih
sumber: surya cetak

Berburu Sate dan Nasgor Indonesia di Korea


Selasa, 26 Mei 2015 18:25

Oleh : Yulianto
Karyawan PT Haesung Co.Ltd, Masan, Korea Selatan


MEMBANGUN citra Indonesia di negara lain, bukan hanya tugas diplomat semata. Siapa pun, bahkan seluruh warga negara Indonesia bisa berperan serta menjunjung nama baik Indonesia di luar negeri. Tak terkecuali pelaku seni atau budayawan dengan unjuk wajah Indonesia.



Minggu (17/5/2015), sebagai warga negara Indonesia yang bekerja di Korea, kami memanfaatkan kesempatan menjadi bagian dari festival budaya antarnegara yang digelar di auditorium kantor Provinsi Gyeosangnamdo.



Korea Selatan dikenal sebagai negara kaya budaya dan tradisi. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya festival yang dihelat di negeri ginseng ini setiap tahunnya. Dari festival tarian tradisional, festival membuat makanan dan minuman tradisional, festival budaya internasional, dan lainnya.



Festival budaya internasional Together Day rutin digelar setiap tahun. Tahun 2015 ini digelar lewat tema 'Bersatunya Warga Dunia. Tak pelak, festival ini menjadi salah satu wadah eksplorasi budaya berbagai negara di dunia Otomatis, festival ini menarik banyak wisatawan asing karena melibatkan beberapa negara. Seperti Indonesia, China, Kamboja, Filipina, Srilangka, Nepal dan beberapa negara lainnya.



Festival digelar setiap tanggal 17 Mei ini menyajikan beberapa acara dan program, dari pertunjukkan tari tradisional, samulnori (musik perkusi tradisional Korea), K-Pop, dan makanan khas negara. Kali ini Indonesia menampilkan makanan tradisional nasi goreng dan sate Indonesia. Kedua makanan Indonesia ini menjadi favorit pengunjung. Tak heran jika makanan nasgor dan sate Indonesia ini langsung ludes diburu pengunjung festival ini.



Festival budaya ini juga memberi kesempatan bagi setiap negara peserta menampilkan karya seni terbaiknya, salah satu seni vokal. Dalam kompetisi menyanyi ini delegasi Indonesia meraup juara tiga di bawah Filipina dan China.





Editor: Tri Hatma Ningsih
Sumber: surya cetak