SIAPA yang tidak suka dengan es krim? Jajanan ringan yang satu ini menjadi makanan favorit hampir semua orang yang nikmat disantap saat cuaca panas. Bagaimana jika menikmati es krim berasap bak rokok?
Nah, es krim unik ini dapat dijumpai di kafe Keylabs yang mempunyai konsep berbeda dengan kafe lainnya. Banyak hal unik yang bisa ditemukan di kafe yang mengusung konsep laboratorium ini, mulai dari desain ruangan hingga menu yang disajikan.
Di kafe Keylabs memiliki menu andalan utama, yaitu es krim yang dibekukan dengan nitrogen cair yang hadir pertama kali di Kota Malang. Pengunjung akan menemukan es krim dengan sensasi berasap karena efek dari nitrogen cair. Selain aneka es krim berasap, cafe ini menyajikan beberapa menu makanan dan minuman lain, dari bingso, ramen, nasi goreng, milk shake, pizza, lasagna, spaghetti, dan lain-lain.
![]() |
| sensasi makan biskuit asap |
Nama kafe ini diambil dari nama pemiliknya yang dipanggil key dan labs karena bernuansa laboratorium. Selain es krim berasap yang menjadi menu andalan, kafe di kawasan jalan Panderman Malang ini mempunyai menu favorit biscuit roast over cold atau biskuit yang dicelup nitrogen cair.
Ketika makan biskuit ini kita bisa merasakan sensasi asap yang keluar dari mulut atau hidung seperti orang yang sedang merokok. Sambil makan, kita bisa memainkan kepulan asap yang tentunya tidak menyebabkan batuk ataupun sesak. Kandungan nitrogennya pun aman bagi tubuh.
Selain menu yang unik, kafe yang buka mulai pukul 14.00-23.00 WIB ini juga menyediakan tempat foto dengan latar belakang yang sangat kreatif. Terdapat background di dinding kafe dengan tumpahan warna-warna cat beserta tempatnya yang membentuk hati, dan ada juga background dengan gambar yang diwarnai membentuk filosofi kafe Keylabs.
Para waitersnya pun memakai jas dokter atau jas ala laboratorium. Kafe Keylabs juga memiliki interior ruangan yang nyaman. Bangku dan mejanya terbuat dari kayu. Soal harga jangan khawatir, kafe Keylabs menawarkan kelezatan untuk menu dengan harga yang pas untuk anak muda. Penasaran?
Editor: Tri Hatma Ningsih
Sumber: Surya Cetak

