Jumat, 17 Juni 2016

Kedung Tumpang Menantang untuk Ditaklukkan



Jumat, 11 Desember 2015 18:33



Oleh : Lailatul Nuroniyah
Guru SD Plus Alkautsar Malang
fb.com/Lailatul Nuroniyah


BERBEDA dengan pantai pada jamaknya. Pantai unik dan cantik ini menarik hati pengunjung karena hadir tanpa hamparan pasir sama sekali.

Pantai Kedung Tumpang, terletak di Desa Pucanglaban, Kecamatan Pucanglaban, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Wisatawan yang sebagian besar anak muda berdatangan menikmati suasana pantai yang dihiasi kolam-kolam kecil alami berikut deburan ombaknya yang besar.

Pantai yang baru dikenal warga sekitar lima bulan yang lalu ini baru dibuka pemerintah daerah setempat pada libur Lebaran lalu. Sebelumnya, pantai ini hanya dikunjungi oleh warga lokal untuk memancing dan menjaring udang.

Menuju bibir pantai, pengunjung harus menyusuri jalur yang cukup curam dan berat karena akses jaan yang masih sulit dilalui kendaraan khususnya kendaraan roda empat.

Untuk mencapai kawasan pantai, pengunjung harus naik ojek dengan tarif sebesar Rp 15.000 sekali jalan, dengan jarak tempuh sekitar 4 kilometer dari tempat parkir kendaraan.

Walaupun disebut dengan nama pantai, tetapi di Kedung Tumpang ini pengunjung tidak bisa menemukan pasir dan ombak yang bisa digunakan untuk bermain seperti biasanya. Yang didapati di sepanjang Pantai Kedung Tumpang adalah gugusan batu karang yang berbatasan langsung dengan samudera biru.

Tempat wisata Kedung Tumpang ini hanyalah sebuah gugusan karang dengan beberapa kolam yang terbentuk secara alami saja. Selain memiliki kolam yang warnanya indah, pantai ini juga masih asli dan belum banyak tersentuh tangan manusia.

Air dalam cekungan karang terlihat hijau kebiruan dengan gradasi kuning saat diamati dari atas tebing. Selain itu air di kolam-kolam tersebut sangat jernih, cantik dan eksotis yang sudah pasti menggoda siapapun untuk berenang di dalamnya. Kolam-kolam dengan bentuk tidak beraturan itu memiliki tinggi permukaan berbeda satu sama lain.

Inilah yang mendasari masyarakat setempat menyebut tempat itu sebagai kedung (lubuk atau bagian sungai yang dalam) dan tumpang karena posisinya yang saling bersusun.

Untuk menikmati pemandangan dan menuju kolam, pengunjung harus rela melalui tantangan dengan melewati jalan tangga turun ke pantai dengan bantuan akar pepohonan dan tali tampar.

Keberadaan akar dan tali ini untuk membantu pengunjung terutama yang tidak biasa melakukan aktivitas di alam terbuka untuk berpegangan saat berjalan. Di sekitar pantai terdapat beberapa kios pedagang yang hanya beratapkan terpal dengan tiang seadanya.

Lokasinya tersebar, beberapa ada yang di tempat parkir sepeda motor dan beberapa lainnya ada di lahan pertanian. Berwisata ke Kedung Tumpang memang penuh tantangan, tetapi sangat layak untuk dicoba bukan?





Editor: Tri Hatma Ningsih
sumber: surya cetak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar